FAIL (the browser should render some flash content, not this).

 


  

27/07/2010 10:30:15


 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Pejabat
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Kodam VII
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam VII
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Perjuangan
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM VII/ WRB
       Korem Santiago
       Korem Tadulako
       Korem Toddopuli
       Korem Tatag
       Korem Halu Oleo
       Batalyon
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
 ARTIKEL
       Artikel
 KONTAK
 GALLERY

 COMMENTS

 

Anda Pengunjung ke - 3,016

Profil Batalyon Infanteri 700/Raider

              Tanggal 28 Maret 1967 merupakan peristiwa penting bagi yonif 700/R. Hari itu secara resmi di bentuk Batalyon 700 RIT (Raider Indonesia Timur), secara surat Keputusan Panglima Koandait Nomor : Kep-0027/3/1967, tanggal 28 Maret 1967. Peristiwa itu kemudian di jadikan tonggak sejarah lahirnya Yonif 700/R. Bahkan masih dikuatkan dengan Surat Keputusan Men Pangab Nomor : Kep-966/8/1967.

               Cikal bakal Satuan ini adalah Kompi II Yon 720 Koter VII/Wirabuana yang terkenal dengan kompi Frans Karangan.Karena Prestasi Satuan yang sangat menonjol dalam stiap operasi, maka dibentuk menjadi Batalyon R. Dalam perkembangan selanjutnya, Batalyon ini beberapa kali mengalami perubahan nama. Berturut-turut adalah Yon 758, Yon 700 RIT, Yon 700 Linud 700/BS dan sekarang Yonif 700/R. Untuk melengkapi pembentukan organisasi Bataliyon, diambil kompi-kompi Raider dari Kodam XII/Merdeka, Kodam XIV/Udayana yang kemudian dibentuk menjadi Kompi-A di  Manado, Kompi-C di Ambon, dan Kompi D di Denpasar. Kompi-kompi itu dikembalikan ke Kodam semula pada 1970 dan sebagai penggantinya di ambil dari kompi pengawal Kodam XIV/Hasanuddin. Tahun 1980 Yonif 700/R dinyatakan mantap ,namun tahun itu pula ini satuan dialihkan ke Group 3 Kopassandha dalam rangka regrouping kopassandha. Akibatnya, satuan itu nyaris dilikuidasi.Namun,pimpinan kodam masih membutuhkan Yonf 700/R sebagai pemukul Kowilhan III maupun Kodam XIV/Hasanuddin.

              Perubahan itu diatur melalui skep kasad nomor : 64/1/1985, tanggal 28 januari 1985, dan sprin Pngdam XIV / HASANUDDIN Nomor : SPRIN/225/II/1985, tanggal 25 februari 1985. Tahun 1987, sebutan sebagai pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) berubah jadi pasukan mobil kodam VII/wirabuana, sesuai surat telegram pangdam VII/wirabuana nomor : ST/201/1987, tanggal 15 juni 1987. Pada momentum memperingati hari juang kartika di Jakarta,  pada 22 desember 2003, yonif linud 700/BS berubah nama menjadi yonif 700/Raider.

 

Profil Batalyon Kavaleri 10/Serbu

CIKAL bakal terbentuknya Batalyon Kaveleri 10/Serbu berawal dari masa pergolakan di Sulawesi. Tahun 1953 datang satuan-satuan kaveleri dari pulau Jawa untuk turut melaksanakan operasi di daerah ini.Salah satu di antaranya adalah satuan kaveleri yang dipimpin oleh Letda Kav. T.B. Silalahi dari Kodam Siliwangi, beroprasi di daerah Enrekang dan sekitarnya. Eskadron Kav – A, Eskadron Kav –B dipimpin oleh Lettu Kav. Pipit Suryana dan peltu sahutung. Setelah penumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan berakhir pada tahun 1963, seluruh kompi Kaveleri yang telah melaksanakan tugas ditarik ke induknya masing-masing pada 1967, kecuali satu kompi panser.Satu kompi yang tidak ditarik itu kemudian menjadi organic Kodam XIV/Hasanuddin, terhitung 9 Oktober 1971. Kompi Kaveleri Panser B Batalyon Cobra menjadi kompi BS Kodam XIV/Hasanuddin, sesuai Surat perintah Kasad Nomor : Sprin/01/T/1972, tanggal 3 Januari 1972. Kompi kaveleri panser BS selanjutnya menjadi Detasemen kaveleri pada 2 September 1972. Kemudian pada 29 Mei 1976 berubah menjadi batalyon pengintai ringan dengan sebutan Yonkav 10/Intai. Hari ulang tahun Yonkav 10/Intai ditetapkan pada tanggal 3 Januari dan diperingati setiap tahunnya. Penetapan itu didasarkan atas Surat Keputusan Pangdam XII/Hasanuddin Nomor : Skep/209/XI/1997, tanggal 24 November 1977. Untuk tujuan pemantapan satuan kaveleri, maka pada 15 Maret 1982 Batalyon Kaveleri  10/Serbu Kodam XIV/Hasanuddin, kemudian dilikuidasi menjadi Kodam VII/Wirabuana. Sejalan dengan perkembangan usianya, Batalyon Kaveleri 10/Serbu telah berkali-kali diberi kepercayan untuk mengemban tugas  operasi, baik operasi tempur maupun operasi teritoral. Tahun 2000 sebanyak 2 SST (termasuk Ranpur) ikut melaksanakan Pam Poso (Ops Cinta Damai) Tahun 2001 sebanyak 2 SSK ikut melaksanakan Pam Poso (Ops Sadar Maleo), Penugasan operasi di Ambon pada tahun 2003 sampai 2004. Tahun 2005 kekuatan 1 SSY melaksanakan Pam Poso. Selain melaksanakan operasi tempur, operasi Kamtibmas, dan operasi karya bhakti, Batalyon Kaveleri 10/Serbu juga ikut menaggulangi berbagai macam kerusuhan atau gejolak social yang terjadi di Sulawesi Selatan. Sejak berdirinya hingga sekarang, Batalyon Kaveleri 10/serbu telah mengalami 23 kali pergantiaan pimpinan alias komandan. Komandan pertama adalah Kapten Kav. Pribadi Pudjajadi (1967-1969).

 

Profil Batalyon Armed 6-76/Tamarunang

PERSENJATAAN arteleri di lingkungan TNI AD, sampai tahun 1956, terdiri atas lima batalyon arteleri lapangan dengan meriam caliber 88 mm. Ditambah lagi dua baterai arteleri gunung dengan meriam kaliber 75 mm yang ditempatkan di Sumatra Utara,pulau jawa,dan Sulawesi Selatan.Dua baterai arteleri gunung yang terdapat di Sulawesi Selatan, kemudiaan dilengkapi persenjataan dan personelnya digabung menjadi satu Batalyon yang sekarang dikenal dengan nama Batayon Artileri Medan 6-76/Tamarunag. Pada awal terbentuknya Batalyon ini bernama BatalyonArteleri GG-I, kemudian berubah menjadi batayon Argu-I, dan akhirnya menjadi Bataliyon Armed 6-76/Tamarunang. Kehadiran kesatuan artileri TNI AD di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dimaksudkan untuk memudahkan keamanan wilayah dari gangguan DI/TII. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pada bulan Februari 1953 dilaksanakan pergeseran satu Baterai Artileri GG-II/BS dari Cimahi ke Makassar, yang bermarkas di Tallo, Makassar. Seiring dengan meningkatnya gangguan gerombolan DI/TII, maka peranan artileri semakin dibutuhkan dan semakiin penting kedudukannya dalam setiap gerakan operasi. Pada pertengahan 1954 markas Komando Baterai tersebut dipindahkan ke soreng, Pare-Pare untuk melaksanakan operasi Tumpas DI/TII di daerah Camba, Bone, Pinrang, dan sekitarnya. Pada bulan Juni 1956 dilaksanakan pergeseran satu Baterai GG-I/BS dari Selawi ke Makassar dipimpin oleh Lettu Art R.A. Sukarjiman dan Lettu Art Agoes Goenoeng.Setelah melalui pembinaan personel selama tiga bulan, maka Batalyon Artileri GG-TERR-VII/Wirabuana disahkan berdirinya pada 1 September 1956, dengan pimpinan Kapten Art R. Soekarto Soerohadi Menggolo, bermarkas di Soreang Kodya Pare-Pare Sulsel. Pada pertengahan 1957 markas Batalyon Artileri  GG-I dipindahkan di Jongaya Kab. Gowa, Sulsel. Pada 17 Maret 1958 Batalyon artileri GG-I dibekukan personelnya dimutasikan ke Pussenart dan sebagian lagi ke KDM-SST (Kodam VII/Wirabuana). Berdasarkan surat Perintah Kasad Nomor SP/541/09/1958, tanggal 23 September 1958 dan TR Kasad Nomor 1049/Kon/Sp-V/1958, tanggal 3 Nopember 1958, Batalyon Arteleri dibentuk kembali. Pada tahun 1961 sebutan Yon Art GG-I berubah menjadi Yon Argu-1. Setelah Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin Nomor : Kpts-0200/11/1962, tanggal 6 Nopember 1962 keluar maka Batalyon Argu-I berubah nama menjadi Yonarmed 6-76.

 

Profil Batalyon Zipur 8/Sakti Mandraguna

BATALYON Zeni  Tempur 8 merupakan wujud dari perkembangan Batalyon Zenipionir TT VII/Wirabuana, yang dibentuk pada 21 April 1950, berkedudukan di Makassar, pada awalnya satuan ini brkekuatan empat kompi, dua kompi daei jawa timur, satu dari Jawa tengah dan satu kompi dari bekas amggota-anggota KNIL yang di serahkan kepada APRIS. Dalam perkembangan selanjutnya, Batalyon Zeni Tempur TT VII/Wirabuana dipindahkan ke Jakarta dan diubah namanya menjadi Yon Zeni pionir A, sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor : Kpts-579/7/1959, tanggal 31 Juli 1959. Kemudian berubah lagi menjadi Yon Zipur A, sesuai Radiogram Kasad Nomor : TR-564/1962, tanggal 2 April 1962. Nama Batalyon Zeni Tempur A diubah lagi menjadi Batalyon Zeni Tempur 8/Gajah. Berdasarkan Surat Keputusan Dirziad Nomor : Kep-10/I/1996, tanggal 27 Januari 1996, terhitung mulai 1 Januari 1996 Batalyon Zeni Tempur 8/Gajah diresmikan menjadi organik Kodam XIV/Hasanuddin yang berkedudukan di Makassar. Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin Nomor : Skep/2/1/1967, tanggal 12 Januari 1967 tentang Tabel Organisasi Batalyon Zeni Tempur 8 (R), masuk kategori ringan. Hari jadi Batalyon Zeni Tempur 8 Kodam XIV/Hasanuddin, ditetapkan pada 1 Januari 1966 dengan Danyon I Mayor Czi Mardoyo. Dalam perjalanan sejarahnya, satuan ini telah mengalami beberapa kali penggantian nama dan dis Lokasi. Nama Batalyon Zeni Tempur 8/Gajah kemudian berubah menjadi Batalyon Zeni Tempur 8/SMG yang bermarkas di Jalan Rajawali, Makassar. Sedangkan Kompi Lapangannya, yakni Kompi A, B, dan C berdudukan di Sangkeang, Maros. Batalyon Zeni Tempur 8/SMG sebagai Satuan Bantuan Tempur, telah berkali-kali di terjunkan dalam kegiatan operasi, baik operasi tempur maupun operasi bakti atau TMMD sebagai bentuk partisifasi dalam menunjang Pembangunan Nasional. Batalyon Zeni Tempur 8/SMG memiliki kemampuan yang handal dari segi Personel dan Peralatan dalam mendukung Tugas Pokok Kodam VII/Wirabuana. Dengan kemampuan yang dimiliki sekarang, Batalyon Zeni Tempur 8/SMG mampu menyelesaikan tugas-tugas operasi, baik operasi tempur, territorial maupun operasi perdamaian yang dilaksanakan di dalam maupun di luar negeri. Dalam kegiatan operasi Teritorial, Batalyon Zeni Tempur 8 berkemampuan secara tekhnis untuk membuatkan jalan dan jembatan. Operasi perdamaian pernah diikuti adalah kontingen garuda VII di Timor Timur dan Kontingen Garuda XIV di Bosnia Herzegovina.

 

Profil Baterai Arhanudri 141/BS

Berdasarkan sejarah dan pengalaman-pengalaman di Medan Perang, maka penggunaan Pesawat Udara dalam perang adalah sangat menuentukan bagi Satuan-Satuan yang didukungnya. Sejarah perang dalam negeri telah memberikan pengalaman yang sangat berharga, dengan pecahnya pemberontoakan PRRI pesawat terbang akan leluasa bertindak (Membom) kota-kota penting seperti Ambon, Balikpapan, Makassar, Palu, dan Donggala karena tidak adanya penangkis serangan udara. Berdasarkan kenyataan itu, disadari bahwa satuan penangkis tidak boleh dipandang remeh itulah sebabnya, pada tahun 1960 dibentuk kesatuan penangkis serangan udara bernama kompi PSU. Kompi PSU inilah yang merupakan cikal bakal lahirnya satuan Baterai Arhanudri 141/BS yang ada sekarang. Waktu pembentukan. Kemudian Baterai Arsu G B/S dibentuk pada 1 April 1961, sesuai Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin Nomor : KPTS/0033/04/1961, tanggal 4 April 1961. Hari Lahir Baterai Arhanudri 141/BS ditetapkan tanggal 1 April 1961 dengan Komandan Pertama Letda Art O.B Tuarissa. Tanggal 1 April 2010 ini Baterai Arhanudri 141/BS telah berusia 49 Tahun. Pada awal terbentuknya Baterai Arhanudri 141/BS berkedudukan di Kompleks Perusahaan Negara Aneka Tambang, jalan Satando, Makassar,hingga 31 Agustus 1966. Setelah itu, Markasnya dipindahkan ke Tello Baru Km. 7 dengan Desa Saptamarga di Kurusumange, Kec. Mandai Kab. Maros, terhitung Mulai 1 September 1966 sampai sekarang. Dalam pembinaan personil, Satuan Baterai Arhanudri 141/BS sangat memperhatikan kesejahteraan para Anggotanya. Untuk membantu kebutuhan anggota dibentuk Primkopad XVI Baterai Arhanudri 141/BS, dengan Badan Hukum Nomor : 3150/BH/III/1969, tanggal 13 Maret 1969. Bahkan, Satuan ini telah mempunyai KUD sejak 1975, dengan Badan Hukum Nomor : 144/BK-3/0-1/III-B, tanggal 17 Pebruari 1975. Selain itu, juga telah didirikan sebuah perumahan permisa berbentuk kapal. Di samping itu, Baterai Arhanudri 141/BS juga mempunyai Desa Saptamarga (Destamar) yang sangat bermampaat untuk mempung Personel, baik yang aktif maupun yang sudah purna bhakti. Destamar tersebut di bentuk sesuai Surat Perintah Pangdan XIV/Hasanuddin Nomor : Prin/9285/2/1968, tanggal 11 Maret 1968.


selengkapnya...




PANGDAM VII/WRB
Mayjen TNI Bachtiar, S.IP, M.AP






 

 

Majalah Citrabuana


Edisi Mei-Juni 2014

 


Edisi Juli-Agustus 2014


Edisi September-Oktober 2014


Penpas


Pengumuman

Copyright 2010 © Kodam VII/Wirabuana. All rights reserved.   |   Supported by JOGJAIDE